Jejak, Refleksi

Masa Lalu

Dalam sebuah peristiwa dan kejadian selalu melahirkan kenangan dan memori. Dari situlah masa lalu lahir dan kemudian ada dalam ingatan kita. Lalu, hampir dalam setiap jeda-jeda peristiwa yang kita jalani saat ini, terputar kembali. Memercikkan gesekan-gesekan perasaan yang pernah mewarnai. Tanpa kita sadari, atau datang dengan sendiri.

Setiap orang pasti punya kenangan. Entah itu kenangan yang indah, entah buruk. Bagi sebagian orang mengingat masa lalu akan memberi semangat untuk menjalani hidup. Namun ada juga yang ingin melupakan masa lalu yang terlanjur kelam.

Ketika kita pernah melewati masa-masa di mana hanya ada kebahagian di dalamnya, bersama dengan orang-orang yang kita sayangi, kita selalu berharap bisa mengulanginya lagi. Hal ini memang wajar, saya rasa kebanyakan orang pasti pernah mempunyai keinginan ‘aneh’ seperti ini.

Semua hal di dunia ini pasti ada sisi positif dan negatifnya. Termasuk masa lalu kita. Terlepas itu masa lalu yang indah atau yang kelam. Kita suka sekali mengingat-ingat masa lalu yang indah dan menceritakannya kepada orang-orang terdekat kita. Sedangkan, untuk masa lalu yang memalukan, kita cenderung menyembunyikannya rapat-rapat, berharap tak ada orang yang mengetahuinya, berharap kita sendiri bisa melupakannya.

Anda tahu hyperthymesia? Ini adalah kondisi dimana seseorang selalu ingat dengan kejadian-kejadian, alias orang yang susah lupa. Mungkin pertama kali Anda mengetahuinya, Anda akan berpikir, “Wah hebat asyik dong, hebat dong kalau kita bisa mengingat setiap kejadian. Kalau mau menghafal gampang, ujian bisa lancar, blablabla.” Ya, awalnya saya juga membayangkannya seperti itu. Tapi, tiba-tiba saya teringat bahwa tidak semua kenangan itu indah. Semua orang pasti punya kenangan buruk.  Kasian sekali orang hyperthymesia yang pernah mengalami kejadian buruk sekali.

Katakanlah mayoritas masa lalu kita adalah masa lalu yang menyenangkan. Tapi, bukankah itu hanyalah masa lalu yang telah lalu. Seindah apapun sebahagia apapun masa lalu Anda, sekali lagi itu hanyalah masa lalu. Memang asyik sekaligus menyenangkan ketika kita bernostalgia dengan masa lalu. Asal jangan sampai lupa, bahwa waktu terus berjalan maju.

Boleh-boleh saja mengambil hikmah dan pelajaran dari masa lalu kita pun masa lalu orang lain. Bagus malah. Mengambil apa yang bisa kita pelajari dari kisah-kisah yang telah lampau. Allah tahu yang kita sukai, sebab itu Dia menurunkan Al Qur’an yang mayoritas adalah kisah-kisah yang terjadi di masa lampau. Karena jujur saja, kita tidak bisa hidup seperti sekarang ini jika kita melupakan sejarah begitu saja. Betul kan ? 😀

Waktu terus berputar, terus berjalan. Bersikap tak pernah peduli. Acuh apakah kita orang baik yang punya masa lalu baik atau bukan. Semua terus berubah, berubah, dan terus berubah.

Jujur saja, saya juga orang yang suka sekali dengan memori. Apalagi tentang kenangan indah. Suatu ketika saya duduk-duduk di sebuah pondok kecil di tengah sawah dekat rumah saya. Di siang panas yang terik memang paling enak berteduh di tengah semilir angin sawah. Ditambah pemandangan hijau khas alam pedesaan :). Seperti biasa, hanya duduk dan membaca buku. Sesekali membaca buku, sesekali merelaksasikan lensa mata yang lelah berakomodasi, terkadang melamun, mengingat-ingat memori yang pernah terjadi.

Sesaat ketika mata saya menangkap salah satu paragraf pada halaman buku, di situ tertulis, “Orang yang suka mengingat masa lalu akan sulit untuk bangkit meraih kesuksesannya.” Saya sampai berulang-ulang membacanya. Saya ulang lagi dan lagi. Takutnya ada kata ‘tidak’ atau kata penyangkalan lain yang terlewatkan. Hingga saya lanjutkan bab itu sampai selesai.

Ya, orang yang segera melupakan masa lalunya adalah orang yang akan segera mendapatkan masa depannya yang lebih baik. Harus segera Move On ! Tak peduli seindah apapun atau seburuk apapun masa lalu, bukankah masa lalu adalah hal yang paling jauh dari kita? Bahkan sedetik atau sepersekian detik yang lalu, itu juga masa lalu yang sudah sangat jauh. Bukan begitu?

Pada awal tulisan kali ini, sebenarnya saya masih bias akan membahas tentang masa lalu seperti apa. Karena makna dan apa yang terjadi di masa lalu kita pastilah luas. Begitu juga pelajaran dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Namun, satu hal yang saya catat. Kita adalah manusia yang hidup di masa saat ini dan akan hidup di masa yang akan datang. Jadi kita hidup adalah untuk saat ini dan untuk masa depan yang lebih baik. Bukan untuk masa lalu !

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang selalu optimis menjalani hari ini dan menatap masa depan 🙂

Advertisements

About sanggha

Sebisa mugkin ingin berbagi dan menebar kebaikan.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: