Inspirasi, Refleksi

Segelas Solusi

Sudah beberapa bulan saya tidak menulis di blog ini. Walau masih ada beberapa orang yang sekedar mampir di blog ini. Mungkin sekedar mengecek apakah ada post baru atau tidak. Oke, kali ini saya memang harus mengakui bahwa beberapa bulan terakhir saya gagal memenuhi target untuk secara rutin menulis dan mempublikasikannya di blog ini.

Siang ini justru saya menulis lagi-lagi ditengah kesibukan saya di luar kota. Menunggu job dari asisten manager di sebuah perusahaan telekomunikasi milik BUMN. Entah kenapa justru saya selalu berhasil menulis pada saat hectic seperti ini, bukannya disaat libur atau waktu luang. Well, itu jadi evaluasi buat saya, mungkin itu salah satu bukti saya masih belum bisa memaksimalkan waktu luang saya untuk tetap produktif.

Baik, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang sebuah kejadian yang cukup menginspirasi bagi saya. Suatu ketika seorang psikolog mengisi sebuah training di salah satu perusahaan sukses. Namun, seiring dengan tuntutan kerja dan sibuknya para staf karyawan maka psikolog tersebut memberi suatu solusi sederhana.

“Bagaimana Anda menyebut benda yang ada di tangan saya ini?” Tanya psikolog kepada peserta training.

“Air setengah penuh dalam gelas!”

“Setengah kosong!”

“120 mililiter air!”

Beberapa karyawan sebagai peserta mencoba untuk menjawab. “Ya, betul! Tidak ada yang salah.” Psikolog tersebut melayangkan senyum kepada peserta.

“Ini memang hanya sebuah gelas yang berisi air dan hanya setengahnya dari kapasitas gelas. Coba sekarang ikuti saya!” Dia mengangkat gelas tersebut hingga sejajar dengan bahunya.

“Sekarang perhatikan kata-kata saya. Apa Anda sanggup mengangkat gelas yang Anda pegang dalam satu menit?”

“Sangguuup” Seru para peserta training hampir bersamaan.

“Tapi siapa yang kuat menahan gelas ini dalam 30 menit atau 1 jam? Silakan maju kedepan!” Tantang psikolog.

Suasana dalam hall tempat training dilangsung menjadi hening total. Tidak ada seorang peserta pun yang menyatakan sanggup dan maju kedepan.

“Bayangkan gelas setengah penuh ini adalah stress atau masalah yang selalu mengganggu Anda. Membuat Anda tidak tenang dan tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. Jika saya mengangkat gelas ini dalam beberapa menit saja mungkin saya dan Anda semua kuat. Tapi jika itu dilakukan dalam waktu yang lama 1 jam atau lebih, sangat besar kemungkinan kita tidak kuat atau bahkan tangan kita bisa kram. Begitu juga dengan stress. Boleh saja kita memikirkannya untuk beberapa saat, mencari solusi atas permasalahan kita, mengevaluasi diri, dan lain-lain. Tapi Anda tentu tidak sanggup memikirkannya berjam-jam atau seharian. Yang perlu kita lakukan adalah meletakkan gelas ini pada meja, pada tempatnya. Meletakkan semua masalah kita, stress, beban pikiran kita kepada tempatnya, pada Allah, dalam doa, shalat dan dzikir kita.”

Senyum puas kini tergambar jelas di wajah sang psikolog. Dan diikuti oleh para peserta yang mulai mengerti maksud dari psikolog.

Dalam kehidupan sehari-hari memang kita disibukkan dengan urusan dunia. Dan kerap kali itu menjadi beban pikiran yang kemudian menjadi stress. Jika sudah demikian tentu akan mengganggu aktivitas kita. Saya masih ingat dengan salah satu pesan dari guru saya, “Kamu boleh mengejar apa yang ingin kamu dapatkan, namun jangan membebani dirimu dengannya, ingat tugas utamamu untuk beribadah kepada Allah yang menciptakan kamu dan semua impianmu. Bahwa Dia adalah Yang Maha Besar, jauh lebih besar dari masalah-masalah yang kamu anggap besar.”

Semoga tulisan ini bisa mengobati kita ditengah kesibukan yang melanda. Sesibuk apapun tetap jangan lupa sama yang memberi kesibukan. Sesungguhnya semua kesibukan itu adalah cobaan, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. 🙂

https://twitter.com/manggha/status/352696146755457025

Advertisements

About sanggha

Sebisa mugkin ingin berbagi dan menebar kebaikan.

Discussion

2 thoughts on “Segelas Solusi

  1. and the trainer is 7 habits for effective people, Steven R. covey, if i’n not mistaken.
    i got same stories from other people, he said that trainer (in yours is as psychologist) is Mr covey.
    😀

    Posted by Yulindra Dwi Wirawan (@Yulindradwi) | July 4, 2013, 6:25 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: