Inspirasi

Dakwah Jamaah Organisasi

Akhir pekan kemarin saya punya beberapa agenda yang sudah saya jadwalkan. Mulai dari mengikuti workshop, acara keluarga, memenuhi undangan pernikahan teman, hingga mengisi training. Kebetulan saya mendapat amanah untuk mengisi acara LDK Rohis Al Uswah, di Masjid Jogokaryan. Tapi di waktu yang sama saya diminta untuk mengisi acara upgrading OSIS di SMA saya.

Dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan kesanggupan saya menjadi pemateri di acara Rohis. Sejujurnya saya cukup menyesalkan kenapa dua acara penting ini berlangsung dalam waktu yang sama. Seandainya saja saya bisa membelah diri ūüėÄ dan datang pada dua acara tersebut, pastilah saya dapat ikut serta aktif dalam berkontribusi semaksimal yang saya bisa.

Sebenarnya saya sudah siap secara materi. Panitia acara juga sudah mengirim TOR (Term of Reference) ke email saya. Semua sudah siap. Tapi biidznillah saya memilih untuk memenuhi undangan acara upgrading OSIS di SMA Teladan. Alhamdulillah panitia mendapatkan pemateri pengganti dari rekomendasi saya. Seorang sahabat yang saya rasa lebih capable untuk mengisi acara bersangkutan. Terlebih beliau juga dulu adalah anggota aktif Rohis Al Uswah, jadi secara ilmu dan lapangan beliau jelas lebih menguasai.

Baiklah, untuk mengganti ketidakhadiran saya, di tulisan kali ini saya ingin mencoba untuk tetap berkontribusi walaupun hanya sedikit.

Sebelumnya saya memang cukup kaget karena saya diminta oleh panitia acara untuk mengisi acara tersebut. Karena selama saya belajar di SMA Teladan, saya belum pernah menjadi anggota aktif Rohis Al Uswah. Dulu sebenarnya di tahun pertama, saya mendaftar, tapi ternyata saya ditolak dengan alasan yang menurut saya cukup masuk akal. Yaitu alasan untuk berdakwah melalui organisasi secara jamaah. Alasan yang sepenuhnya saya sadari itulah kunci kenapa SMA saya memang terkenal unggul dalam organisasi kesiswaannya. Walaupun semua organisasi mempunya kegiatan dan kesibukan masing-masing, tetapi semuanya bersinergi untuk mencapai tujuan yang sama.

Saya masih ingat pesan salah satu guru agama Islam terbaik yang pernah saya temui, Bapak Zar‚Äôan¬†rahimahullah.¬†‚ÄúCita-cita saya di SMA Teladan adalah semua organisasinya menjadi organisasi rohis.‚ÄĚ Saya rasa itu adalah visi yang luar biasa. Karena dasar keunggulan dan kesolidan dari suatu organisasi (menurut pengalaman saya) adalah keimanan yang kuat dari setiap personalnya.

Tentang berorganisasi, kenapa harus dihubungkan dengan dakwah? Jawabannya simpel saja karena keduanya adalah seperti mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dakwah adalah tujuan utamanya, sedang organisasi adalah kendaraannya. Organisasi tanpa dakwah yang terarah hanya seperti kendaraan tanpa arah tujuan. Lalu, kenapa harus berjamaah? Karena dalam mengamalkan agama secara benar saja, kita harus berjamaah. Tentu temen-temen tahu bahwa golongan yang berhak atas JannahNya adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Maka dalam berorganisasipun kita harus berjamaah.

Organisasi memang adalah sebuah tim dimana tidak mungkin hanya ada satu orang saja. Teman-teman tahu apa bedanya tim dengan kelompok? Kelompok adalah hanya segerombolan orang saja, dengan tujuan dan maksud kerjasama (motif) masing-masing. Tetapi tim adalah kelompok orang dengan tujuan yang sama!

Dan agar organisasi berjalan dengan baik harus dibarengi dengan manajemen yang ideal dengan keadaan organisasi itu.

Urgensi dakwah dalam organisasi adalah bahwa dakwah itu pondasi dari organisasi. Ali bin Abi Thalib pernah berkata, ‚ÄúKebaikan yang tidak tertata¬†dengan rapi akan mudah dikalahkan oleh kebathilan¬†yang tertata¬†dengan rapi.‚ÄĚ Karena kita sudah ‚Äėterlanjur‚Äô terjun dalam dunia organisasi, maka satu-satunya solusi terbaik adalah dengan menata setiap kebaikan yang kita lakukan bersama dengan baik. Agar tidak hancur sia-sia dirobohkan oleh kebathilan.

Satu hal yang sangat penting dalam dakwah dan organisasi adalah pembagian peran. Tidak ubahnya dengan tubuh manusia, setiap bagian tubuhnya mempunyai perannya masing-masing. Ada otak, tangan, kaki, perut, dan lain-lain. Maka dalam organisasi pun harus ada pembagian peran yang jelas. Harus jelas karena setiap kerancuan dan keambiguan dalam organisasi hanya akan membuat progress organisasi tersebut menjadi lambat, bahkan menurun. Sebagai seorang ketua atau ra’is, tentu bukan kapasitasnya untuk membuat surat, kecuali hanya sebatas membantu dan mengontrol saja. Semua harus punya job description masing-masing.

Baik, kita ambil contoh peran sebagai seorang Ra‚Äôis ‚ÄėAmm*. Mungkin tugasnya tidak jauh berbeda dari ¬†Mitratama atau Senata Prima. Jika di lihat dari jobdesnya ketiga ketua itu tidak mempunya jobdes konkret seperti anggota-anggota lainnya. Hanya sebagai penanggung jawab dari semua kegiatan saja.

Jika boleh jujur, sebenarnya tanpa mereka kegiatan POH, PH, MPK di Teladan tetap bisa berjalan. Karena mainstream kegiatan mulai dari sie otonom sampai OSIS hampir selalu sama dari tahun ke tahun. Tapi, apa yang membuat harus ada ketua?

Bahkan dua orang yang melakukan perjalanan sekalipun harus menentukan siapa yang menjadi imamnya. Maka sebuah kepemimpinan wajib ada seorang pemimpin diantaranya. Karena bagaimana organisasi itu dilihat, bagaimana organisasi itu berjalan semua tergantung dari bagaimana pemimpinnya membawa. Persis seperti seorang sopir yang membawa kendaraannya.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seorang ketua organisasi?

Yang pertama, seorang pemimpin harus benar-benar mengenal bagaimana watak dan karakter dari setiap anggotanya. Sedetail mungkin. Ini akan sangat mempengaruhi komunikasi yang akan terjalin didalamnya. Bagaimana anggota itu bisa termotivasi untuk melakukan jobnya, hingga apa yang disukai oleh anggotanya dan apa saja yang tidak disukai dari anggotanya.

Yang kedua, sebisa mungkin memonitoring keadaan dan kondisi anggotanya. Harus tahu bagaimana kondisi psikisnya hingga hal-hal diluar organisasi, yang secara langsung akan berdampak pada performance mereka di organisasi. Dan yang paling penting adalah keadaan rohaninya. Bagaimana amalan ibadahnya, dan lain-lain. Menurut saya, yang terakhir ini sangat penting. Bukan hanya untuk POH saja, tetapi juga untuk temen-temen PH dan MPK bahkan semua sie otonom. Jadikan setiap kegiatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Agar semuanya berkah dan bermanfaat.

SMA Teladan memang terkenal dengan kondisi keagamaan yang bagus. Dan itu memang jati diri SMA kita. Tidak ada yang salah dengan itu, bukan? Jadi tidak perlu malu dengan SMA lain yang bisa mengadakan pentas ini itu. Cukup tunjukkan siapa kita saja. Itu yang membuat kita istimewa. Saya yakin SMA Teladan memang teladan untuk SMA-SMA lainnya.

Saya masih ingat pesan Pak Singgih. ‚ÄúYang menjadikan SMA Teladan beda dari SMA yang lainnya adalah semua anaknya terutama yang memegang peran penting dalam organisasi, mereka punya dan mengutamakan keimanan. Karena keimanan itu yang paling penting.‚ÄĚ

Yang terakhir, cintailah organisasi dengan lillah. Ingat! Semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Terutama seorang imam. Dialah yang paling bertanggung jawab atas organisasinya. Catat ini baik-baik! Jangan pernah lupa dengan tanggung jawab itu.

Dengan mencintai sesuatu kita pasti akan banyak meluangkan waktu dan doa untuk apa yang kita cintai. Dulu saat saya masih di OSIS, ada sebuah quote yang dijadikan untuk memotivasi organisasi-organisasi di Teladan. ‚ÄúCintailah anggotamu, seperti seorang Mitratama mencintai PHnya.‚ÄĚ (Unknown)

Saya tidak begitu tahu asal muasal quote itu. Tapi saya rasa quote itu ada  benarnya. Saya begitu mencintai PH dan semua anggota saya. Mungkin itu modal yang sangat besar untuk saya ketika itu.

Mungkin cukup itu saja dari saya. Kalau ada kesempatan lain insyaAllah akan saya lanjutkan (tambah). Pesan saya, jangan lupa menyisipkan doa untuk kelancaran dan keberkahan organisasi kita. Semoga Teladan tetap Jayamahe dan semoga Allah selalu memuliakan pejuang-pejuang di Bumi Teladan Darussalam. ūüôā

Advertisements

About sanggha

Sebisa mugkin ingin berbagi dan menebar kebaikan.

Discussion

2 thoughts on “Dakwah Jamaah Organisasi

  1. seorang teman “nek ora ono PH PK POH, awakdewe ki dadi kewan”

    Posted by dalton | October 30, 2013, 10:49 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter

%d bloggers like this: