Lain-lain

Idul Adha di Berlin

Tidak terasa sebulan saya tidak update postingan baru, di karenakan ada suatu hal yang harus dipersiapkan dan sekarang alhamdulillah sudah punya bahan baru lagi untuk update postingan baru.

Baiklah, sekarang kita akan bahas Idul Adha di Berlin. Memang sedikit berbeda sih perayaan Idul Adha di sini dengan di Indonesia; tidak semarak dan cuma sesaat. Kalau dilihat sekilas tampak kayak sholat dan pengajian, karena esensi penyembelihan qurban di sini tidak ada. Disamping itu untuk pengalaman baru ya sangatlah menarik.  Ditambah, perasaan kangen rumah pasti ada, juga kangen suasana Idul Adha di kampung. Tapi namanya anak rantau harus bisa adaptasi dan harus cepat menyesuaikan.

Idul Adha tahun ini bertepatan dengan tanggal 15 Oktober 2013. Untuk sholat Idul Adha diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia pukul 9 pagi. Sehari sebelumnya di masjid Al Falah, masjid milik orang Indonesia di Berlin, lagi sibuk nyiapin opor ayam untuk makan setelah sholat Ied besok. Ketika sudah malam dan ibu-ibu yang masak sudah pulang, tinggallah saya dan teman yang biasa menginap di situ, karena hendak bermalam, kami ditugasi untuk menghangatkan opor ayamnya sambil diaduk – aduk. Mungkin kedengaranya gampang ya, tapi ketika di dapur susahnya minta ampun! Ada dua panci besar mungkin dengan tinggi setengah meter, berisi full ayam yang disiapkan untuk kira kira 200 porsi lebih, ditambah lagi kompornya yang bikin emosi. Untuk info saja, di Jerman sudah jarang ditemui kompor yang memakai api murni, semua rumah telah menggunakan kompor induksi dari listrik. Coba bayangkan, kami semalaman kebingungan karena untuk mengaduknya saja kewalahan, dan panas yang dihasilkan tidak bisa merata. Entahlah yang jelas sudah melaksanakan amanat. Hehe

Tibalah hari H, semua bersiap-siap menuju KBRI, di sana takbir kemenangan pun telah dikumandangkan. Semua berjalan seperti biasa, tapi tidak ada pemotongan hewan qurbannya. Disini peraturannya kalau ingin menyembelih hewan qurban harus masuk tempat pemotongan hewan resmi, dan letaknya di pinggiran kota Berlin. Tapi kalau ada tidaknya yang berqurban, ada banyak. FYI, harga kambingnya 125 € dan sapi 875 €, harga segitu sih menurut saya lumayan murah bagi pendapatan masyarakat seperti Berlin sendiri.

Setelah sholat Ied, tiba waktunya makan makan! Tidak lama berselang antriannya udah panjang banget. Karena disitu disediain roti, saya ambil roti dulu karena kalau belakangan bakalan habis. Sudah pada makan, sudah pada kenyang dan sudah selesai ngobrol-ngobrolnya, para jamaah langsung pamit pulang, kembali ke kerjaan masing masing, karena memang hari itu bukan tanggal merah.

Awalnya saya sendiri yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan perut saya, seharian itu saya sering banget ke kamar mandi. Ternyata pas ngobrol-ngobrol sama teman yang lain, mereka satu rumah sama, pada mules juga, sering ke kamar mandi. Otomatis pada mikir tadi ayam yang dimakan mesti sudah basi. Nah setelah acara kan ayamnya sisa, trus di taruh kembali ke masjid, dan ternyata ayamnya memang sudah agak basi. Tidak cuma satu dua orang yang merasakan, tapi banyak orang yang merasakan perutnya mules. Hari itu ditutup dengan mules bersama se-Berlin.

Ini dokumentasinya.

iduladhanahal

Alhamdulillah, bisa berada diantara keluarga besar muslim di tempat yang jauh dari tempat asal itu sungguh nikmat dari Allah yang harus kita syukuri. Dijelaskan dalam Al Quran surah Fushshilat ayat 25 bahwa  teman yang baik adalah suatu pemberian dari Allah SWT yang perlu kita syukuri :

Dan kami tetapkan bagi mereka teman – teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada didepan dan dibelakang“.

Meskipun berada di luar negri yang jauh dari keluarga , tetapi suasana kekeluargaan ketika perayaan hari Idul Adha di Berlin tidak kalah menyenangkan dan mengharukan, dimana kita punya latar belakang yang sama sehingga bisa berkumpul disini dan bisa saling bertukar cerita pengalaman hidup tentang senang susahnya kehidupan di Jerman.

Advertisements

Discussion

6 thoughts on “Idul Adha di Berlin

  1. Masyaallah. Ternyata banyak ya yang di jerman

    Posted by Abdurrahman | November 12, 2013, 9:32 pm
  2. ke Jerman nggak kondo2 nih 😀

    Posted by rizalprakosa | November 13, 2013, 7:28 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter

%d bloggers like this: