Lain-lain

Penyakit Tropis di Eropa

Pada suatu malam saya diajak menjenguk teman yang berada di rumah sakit karena diyakini suspect TBC oleh pihak kesehatan Berlin. Padahal TBC itu adalah penyakit tropis tetapi kenapa bisa sampai di Jerman. Teman saya yang hendak kami jenguk sudah 2 minggu dikarantina. Ada 2 orang, itu yang kami kenal, sedang untuk seluruh Berlin katanya sampai 10 orang lebih. Apalagi untuk seluruh Jerman, makin banyak lagi. Mungkin satu alasan mengapa bisa terjadi penularan virus tersebut, karena penyakitnya terbawa dari Indonesia oleh orang yang memang terjangkit di Indonesia.

Awal mula kejadiannya adalah ketika salah seorang teman yang sekarang sudah pulang ke indonesia, dia memang positif terkena penyakit tropis itu, dan sempat dirawat 3 bulan di Rumah Sakit khusus pengidap penyakit menular akut, sehingga letaknya pun jauh dari pusat kota. Nah sebelum terindikasi penyakit itu, dia pernah kontak dengan kedua teman saya ini, entah tinggal bersama atau bisa jadi cuma bertemu sesaat sehingg lewat udara bisa tertular.

Hebatnya pemerintah Jerman adalah mempunyai aturan yang tegas untuk masalah penting dan mendesak seperti ini, jadi orang yang berada di sekitar penderita TBC positif, yang pernah kontak langsung selama 40 jam atau lebih harus melakukan cek medis ke dinas kesehatan setempat. Pertamanya lapor dulu, lalu dari dinas kesehatanya mengirim surat undangan tentang kapan dia harus cek medis.

Ceritanya kedua teman saya ini berinisiatif untuk mengecek kesehatanya, ketika waktu pengecekannya datang, dijemputlah dia dengan ambulan dan kalau sudah gitu, dia cuma bisa pasrah, dan langsung dibawa pergi. Waktu itu dia masih belajar di perpustakaan universitas, barang-brangnya seperti buku laptop dan lain sebagainya belum sempat dia kemasi. Setelah sampai, dia langsung diperiksa dan hasilnya keluar dalam waktu singkat. Waktu itu dokter bilang untuk dikarantina selama 3 minggu, padahal secara kondisi fisik dia masih sehat wal afiat. Tapi ya namanya negara Jerman, memakai jangkauan yang luas untuk memutuskan suatu perkara. Tanpa menunggu lama, teman saya langsung dikarantina di rumah sakit khusus tersebut. Karena barang barangnya tadi belum sempat dikemasi, dia menelpon orang serumah untuk mengemasinya. Kadang salut juga atas penanganan yang dilakukan di negara Jerman ini, sangat profesional.

Waktu saya menjenguk mereka, saya dijelaskan bagaimana pemeriksaanya, mereka bilang bisa dari rontgen, diambil dahak dan bahkan diambil cairan yang ada di paru parunya. Tapi overall, meraka tidak merasakan perubahan berarti, seperti berat badan yang harus turun malah naik 2 kilo, tidak seperti kasus dari penderita positif dulu, berat badannya bisa turun sampai 20 kilo.

Lalu bagaimana dengan masalah biaya rumah sakit semuanya? Kalau di Jerman segala yang berhubungan dengan sakit sudah ditanggung asuransi, makanya syarat bisa hidup di Jerman harus punya asuransi. Sistemnya dibuat sedemikian rupa sehingga yang sehat tiap bulan iuran untuk biaya orang yang sakit, saling membantu. Dan memang biaya rumah sakit di Jerman sangat mahal, panggil ambulan saja bisa sampai ratusan euro. Untuk biaya pembuatan gigi palsu saja (misal) bisa sampai seribu euro. Yaa kalau kalian punya uang banyak, kaya minta ampun, sampai tujuh turunan belum habis, tapi syaratnya harus sakit, bisalah hidup tanpa asuransi di Jerman.

Helios Klinikum Emil von Behring Krakenhaus

Helios Klinikum Emil von Behring Krakenhaus

Ini menurut pendapat saya ya, dan belum terjadi. Untuk kedepannya orang Indonesia yang bakal ke Jerman bukan tidak mungkin harus mempunyai sertifikat atau tanda bukti bahwa sehat dari penyakit menular endemic, seperti TBC maupun yang lainya, ini bisa terjadi kalau kasusnya mulai akut. Dan kemungkinan pemerintah Jerman bakal mengambil langkah cepat untuk penanganan masalah ini.

Semoga saja teman-teman yang besok ingin kuliah ke Jerman tidak dipersulit dalam tujuan belajarnya. Amiin

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter

%d bloggers like this: