Inspirasi

Hilang Ide ?

Bagi para blogger atau bahkan para penulis terkenal pasti pernah mengalami ‘penyakit’, dimana ketika penyakit itu kumat maka semua ide dan inspirasi yang tadinya sudah terkumpul tiba-tiba hilang. Misalnya saja saat sedang mengendarai kendaraan menuju rumah datang ide untuk menulis. Bahkan semua inspirasi  dengan kata-kata dan kalimatnya yang tersusun indah sudah menari-nari di kepala, menunggu untuk ditulis. Tapi sesaat akan menuliskannya di kertas atau mengetikkannya di depan laptop, tiba-tiba hilang. *Puff* Kemudian blank.

Belakangan saya mengalaminya. Persis seperti yang saya gambarkan. Saya cari di internet tentang ‘penyakit’ itu dan mencari tahu apa penyebab dan solusinya.

Writer’s Block. Itu namanya. Writer’s block is a condition, primarily associated with writing as a profession, in which an author loses the ability to produce new work. The condition varies widely in intensity. It can be trivial, a temporary difficulty in dealing with the task at hand. At the other extreme, some “blocked” writers have been unable to work for years on end, and some have even abandoned their careers.

Meski saya bukan seorang penulis dan hanya menjadikan menulis sebagai hobi saja, tapi writer’s block ini entah kenapa sempat-sempatnya mampir. Memang sih tidak separah sampai berbulan-bulan (pernah), tapi writer’s block memang cukup terbilang sukses untuk mengganggu saya dan mereka yang ingin menulis rutin dan tetap produktif.

Untuk mengatasi masalah, salah satu hal efektif adalah mencari penyebabnya. Dengan begitu kita akan tahu dimana letak ketidakberesannya. Misal saya sendiri. Penyebab saya akhir-akhir ini jarang menulis (terakhir 10 hari yang lalu) adalah karena saya lebih fokus di kuliah. Jadi, satu-satunya cara untuk mengatasinya memang harus mengatur waktu kapan harus belajar, kapan harus menulis. Tentu setiap orang punya penyebabnya masing-masing. Bahkan seorang full time writer sekalipun pasti pernah mengalami writer’s block.

Bagi teman-teman yang sedang atau pernah mengalami writer’s block, berikut saya kasih beberapa tips (berdasarkan pengalaman saya) :

Yang pertama, anggap menulis itu seperti berbicara. Sebenarnya menulis dan berbicara itu tidak jauh berbeda. Sama-sama bersumber dari otak kita, kemudian dieksekusi oleh mulut atau jari kita. Hanya saja kita pasti akan lebih mudah berbicara karena memang sejak lahir kita sudah terbiasa berbicara. Beda halnya dengan menulis, mungkin kita bisa menulis dari sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tapi jika menulis dengan baik dan benar, tentu butuh latihan. Jadi solusinya harus dibiasakan.

Yang kedua, jangan diedit dulu. Sering kali di tengah-tengah kita menulis, berkali-kali kita harus mencoret atau menekan tombol delete pada kata-kata yang kita anggap rancu. Saran saya, jangan dulu. Sudah tulis saja apa yang ada di pikiran. Tuangkan dengan lancar, jangan terhenti oleh kata atau kalimat yang rancu. Ibarat saat kita bicara, akan tidak enak ketika ada orang yang menyela. Hal itu bisa merusak mood kita untuk bicara, dan terkadang bisa membuat kita lupa tentang apa yang akan kita katakan. Kurang lebih sama dengan menulis. Keluarkan semuanya dulu, tulis sampai selesai. Nah, setelah itu baru kita baca ulang dan koreksi.

Yang ketiga, percaya diri. Menulis juga bisa diibaratkan seperti berpidato di depan banyak orang. Mengingat menulis seperti di blog atau di mass media akan dibaca oleh banyak orang, maka salah satu kuncinya kita harus percaya diri. Pernah ada yang seorang blogger yang sharing dengan saya. Waktu itu dia bercerita tentang tulisannya yang ‘mandeg’ dan tidak selesai. Sudah puluhan draft tapi hanya sedikit yang di-publish. Permasalahannya dia malu dengan tulisannya.

Memang terkadang kurang percaya diri dengan apa yang kita punya itu menjadi salah satu penyebab dari tidak berkembangnya diri kita. Tapi jika masih ingin berkembang maka harus dimulai dari percaya diri. Malu itu boleh saja, tapi ada tempatnya. Jangan malu untuk sesuatu yang benar dan bahkan bermanfaat.

Jangan malu jika tulisan kita hanya 200 kata atau kurang. Bisa jadi yang sedikit itu lebih banyak menginspirasi pembaca daripada tulisan yang banyak. Jangan malu jika tulisan kita masih ‘terdengar’ aneh ketika kita baca, susunan katanya masih aneh, dan lain-lain. Percayalah, lama kelamaan kita pasti akan menemukan gaya menulis yang pas dengan kita. Seperti bayi yang awalnya berceloteh tidak jelas, lama-lama dia beranjak dewasa dan kata-katanya bisa menginspirasi banyak orang. Semua butuh proses kan? 🙂

Yang terakhir, ingat tujuan menulis. Kita akan lebih bersemangat melakukan sesuatu jika kita tahu tujuan yang jelas. Jika sudah punya tujuan dan tekad yang kuat, mau hambatan seperti apapun pasti akan kita lakukan dengan sabar. Menulis dengan tujuan tertentu itu pasti akan berdampak lebih. Misal saya menulis di blog ini, saya ingin menyalurkan  hobi menulis saya sekaligus ingin berbagi manfaat dengan para pembaca. Saya yakin, menulis bisa kita jadikan sarana untuk mencari pahala jika kita benar-benar meniatkannya. 🙂

Well, saya rasa itu saja yang bisa saya bagi. Sekedar info saja, insyaAllah alamat sanggha.wordpress.com ini akan saya forward ke alamat domain baru. Dan nantinya blog ini akan saya ubah tidak lagi menjadi blog pribadi, mengingat  beberapa sahabat saya sudah menulis di blog ini dan sebagian bersedia akan menulis di blog ini. Terima kasih untuk teman-teman yang rela mampir dan menyempatkan membaca di blog saya ini. Semoga saja ada manfaatnya. 🙂

Advertisements

About sanggha

Sebisa mugkin ingin berbagi dan menebar kebaikan.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: